Kamis, 30 Desember 2010

add(Timin dalam DNA, Urasil dalam RNA, mengapa?)




December 27, 2010



assalamu’alaikum warohmatulloh,


ana ada dikit masukan.


mengapa timin dalam DNA dan urasil dalam RNA :



1.karena timin secara sunnatulloh berikatan dengan deoksiribosa(dengan tambahan oksigen tentunya),sementara urasil dengan ribosa,sebab jika urasil berpasangan dengan deoksiribosa maka sistem struktur RNA akan berantakan,lihat Hairpin loop dalam kaidah RNA.



2.Enzim tertentu cocok dengan ‘sistem’ kerja DNA begitupun halnya pada RNA sebagai penyampai pesan genetik punya ‘sistem’ enzim tertentu sesuai strukturnya dan komposisinya.



3.DNA dan RNA masing masing dapat diserang virus dan tak dipengaruhi faktor gugus,baik gugus CH3-,H-,PO4-,dll.


wallohu’alam

Jumat, 10 September 2010








Bismillah





EFEK ELEKTRON SEJAJAR YANG MENYEBABKAN SUHU DALAM TIAP-TIAP BAGIAN API BERBEDA -BEDA.






hal ini terjadi karena adanya proses sebagai berikut:







1.Karena adanya efek gaya yang diakibatkan posisi elektron-elektron yang sejajar sehingga terjadi gaya tambahan yang jika kecepatan pergerakan elektron elektron ini lebih cepat maka justru yang dihasilkan adalah energi panas sistem api yang lebih rendah








2.Karena pergerakan kumpulan elektron dalam sistem ini lebih cepat maka tekanan sistem lebih rendah maka positron akan lebih banyak tertarik ke arah sistem ini akibatnya suhu sistem akan lebih rendah



wallohu'alam

Kamis, 12 Agustus 2010

math in islam

KOREKSI TERHADAP TEORI BIDANG KARTESIAN


BISMILLAH



Dalam bidang kartesian,misal x^2+y^2=1 dinyatakan dengan suatu lingkaran dengan pusat (0,0) dan jari-jari=1.
Apakah hal ini cukup benar?





Mari kita analisis hal ini dalam bidang matematika diskrit dalam bagian ilmu relasi.
ternyata setelah kita analisis,hal ini kuranglah tepat,karena relasi untuk anggota x^2+y^2=1 tidak hanya (1,0),(0,1),(-1,0) dan (0,-1),tetapi terdapat 'anggota' lain yang sangat banyak bahkan tak hingga(silahkan buktikan dengan syarat nilai x^2 ditambah y^2 sama dengan 1) salah satunya
(1/2,1/2akar 3)...



Dengan demikian maka akan dihasilkan segi tak hingga yang memiliki sudut tak hingga juga.Hal ini jelas berbeda dengan lingkaran yang sudutnya hanya 360 derajat ditinjau dari sumbu x dan y.





Jadi dalam pernyataan kertesian x^2+y^2=1 dengan pencitraan lingkaran dengan pusat (0,0) dan r=1 adalah dhoif(lemah)hujjahnya(buktinya).

wallohu'alam